Sunday, January 25, 2009

Membuat Blog

Seiring dengan kemajuan teknologi informasi dimana peranan website internet menjadi
kebutuhan utama dalam pemberian informasi tercepat diera globalisasi s
ekarang ini,
dimana berbagai kalangan mulai memanfaatkan weblog sebagai media untuk
memberikan informasi, dan informasi yang diberikan melalui Blog atau Weblog dapat
diakses oleh semua pengguna Internet di d
unia.

A. Pengertian Blog Atau Weblog
Blog adalah kependekan dari Weblog, istilah yang pertam
a kali digunakan oleh
Jorn Barger pada bulan Desember 1997. Jorn Barger (www.robotwisdom.com)
menggunakan istilah Weblog untuk menyebut kelompok website pribadi yang
selalu diupdate secara kontinyu dan berisi link-link ke website lain yang mereka
anggap menarik disertai dengan komentar-komentar mereka sendiri.
Secara garis besar, Weblog dapat dirangkum sebagai kumpulan website prib
adi
yang memungkinkan para pembuatnya menampilkan berbagai jenis isi pada web
dengan mudah, seperti karya tulis, kumpulan link int
ernet, dokumendokumen(
file-file WOrd,PDF,dll), gambar ataupun multimedia.
Para pembuat blog dinamakan Blogger. Melalui Blognya, kepribadian Blogger
menjadi mudah dikenali berdasarkan topik apa yang disukai, apa tanggapan
terhadap link-link yang di pilih dan isu-isu didalamnya. Oleh karena itu Blog
bersifat sangat personal.
Perkembangan lain dari Blog yaitu ketika Blog memuat tulisan tentang apa yang
seorang Blogger pikirkan, rasakan, hingga apa yang dia lakukan sehari-hari.
Blog kemudian juga menjadi Diary Online yang berada di Internet. Satu-satu
nya
hal yang membedakan Blog dari Diary atau Jurnal yang biasa kita miliki adalah
bahwa Blog dibuat untuk dibaca orang lain.


B. Sejarah Blog
Blog pertama kemungkinan besar adalah halaman "What’s New" pada browser
Mosaic yang dibuat oleh Marc Andersen pada tahun 1993. Kalau kita masih
ingat, Mosaic adalah browser pertama sebelum adanya Internet Explorer bahkan
sebelum Nestcape.
Kemudian pada Januari 1994 Justin Hall memulai website pribadinya "Justin’s
Home Page" yang kemudian berubah menjadi "Links from the Undergr
ound"
yang mungkin dapat disebut sebagai Blog perta
ma seperti yang kita kenal
sekarang.
Hingga pada tahun 1998, jumlah Blog yang ada masih sangat sedikit. Hal ini
disebabkan karena saat itu diperlukan keahlian dan pengetahuan khusus tentang
pembuatan website, HTML, dan web hosting untuk membuat Blog, sehingga
hanya mereka yang berkecimpung di bidang Internet, System Administrator atau
Web Designer yang kemudian pada waktu luangnya menciptakan Blog-Blog
mereka sendiri.

C. Jenis – jenis Blog
1. Blog politik: Tentang berita, politik, aktivis, dan semua persoalan berbasis
blog (Seperti kampanye).
2. Blog pribadi: Disebut juga buku harian online yang berisikan tentang
pengalaman keseharian seseorang, keluhan, puisi atau syair, gagasan jahat,
dan perbincangan teman.
3. Blog bertopik: Blog yang membahas tentang sesuatu, dan fokus pada
bahasan tertentu
4. Blog kesehatan: Lebih spesifik tentang kesehatan. Blog kesehatan

kebanyakan berisi tentang keluhan pasien, berita kesehatan terbaru,
keterangan-ketarangan tentang kesehatan, dll
5. Blog sastra: Lebih dikenal sebagai litblog (Literary blog).
6. Blog perjalanan: Fokus pada bahasan cerita perjalanan yang menceritakan
keterangan-keterangan tentang perjalanan/traveling.
7. Blog riset: Persoalan tentang akademis seperti berita riset terbaru.
8. Blog hukum: Persoalan tentang hukum atau urusan hukum; disebut juga
dengan blawgs (Blog Laws).
9. Blog media: Berfokus pada bahasan kebohongan atau ketidakkonsistensi
media massa; biasanya hanya untuk koran atau jaringan televise.

10.Blog agama: Membahas tentang agama
11.Blog pendidikan: Biasanya ditulis oleh pelajar atau g
uru.
12.Blog kebersamaan: Topik lebih spesifik ditulis oleh kelompok tertentu.
13.Blog petunjuk (directory): Berisi ratusan link halaman website.
14.Blog bisnis: Digunakan oleh pegawai atau wirausahawan untuk kegiatan
promosi bisnis mereka

15.Blog pengejawantahan: Fokus tentang objek diluar manusia; seperti anjing
16.Blog pengganggu (spam): Digunakan untuk promosi bisnis affiliate; juga
dikenal sebagai splogs (Spam Blog)

MEMBUAT BLOG

A. Perisiapan
Untuk membuat Weblog tidak dibutuhkan kemampuan dibidang web design
karena semua aplikasi telah tersedia sehingga orang awampun bisa membuat
Weblog sendiri, waktu yang diperlukan juga relative singkat yaitu sekitar 5 menit
dan tidak ada biaya iuran yang dikeluarkan untuk memiliki Weblog sendiri.
Hal – hal yang perlu disiapkan dalam yaitu alamat blog contoh

http://nama_anda.namablog.com, content yang akan dimasukan kedalam blog,
blog tempat untuk mendaftar dan saat ini ada banyak situs Blog yang yang
memberikan account gratis diantaranya : blogspot.co
m, multiply.com dan
wordpress.com

B. Membuat account Blog

1. Blog di Blogspot.com
Pada bagian ini kami akan menjelaskan langkah – langkah untuk membuat
account Blog, dan kami memilih blogspot.com sebagai tempat untuk
membuat account Blog.
Langkah awal silakan buka browser Anda dan masuk ke
http://www.blogspot.com atau bisa juga melalui http://www.blogger.com, lihat
gambar berikut :
Tampilan halaman Blogger


Silakan klik CIPTAKAN BLOG ANDA, maka akan tampil form yang harus un
tuk
pembuatan account Blog di blogspot.com, perhatikan gambar berikut :

Form pendataran blogspot.com

e-Learning

DEFINISI DAN KOMPONEN E-LEARNING

Kita mulai dari definisi. Istilah e-Learning atau eLearning mengandung pengertian yang sangat luas, sehingga banyak pakar yang menguraikan tentang definisi eLearning dari berbagai sudut pandang. Salah satu definisi yang cukup dapat diterima banyak pihak misalnya dari Darin E. Hartley [Hartley, 2001] yang menyatakan:

eLearning merupakan suatu jenis belajar mengajar yang memungkinkan tersampaikannya bahan ajar ke siswa dengan menggunakan media Internet, Intranet atau media jaringan komputer lain.

LearnFrame.Com dalam Glossary of eLearning Terms [Glossary, 2001] menyatakan suatu definisi yang lebih luas bahwa:

eLearning adalah sistem pendidikan yang menggunakan aplikasi elektronik untuk mendukung belajar mengajar dengan media Internet, jaringan komputer,maupun komputer standalone.

Definisi-definisi lain berserakan di buku-buku. Cara termudah dan tercepat melihat berbagai definisi e-Learning, ya lewat Google ;) Coba deh klik di sini. Untuk yang tertarik eksplorasi Google lebih jauh, jangan lupa untuk ikuti artikel saya tentang teknik pencarian di Google.

definee-learning.gif

Ok apa yang dapat kita simpulkan dari berbagai definisi diatas?

  1. Metode belajar mengajar baru yang menggunakan media jaringan komputer dan Internet
  2. Tersampaikannya bahan ajar (konten) melalui media elektronik. Otomatis bentuk bahan ajar juga dalam bentuk elektronik (digital).
  3. Adanya sistem dan aplikasi elektronik yang mendukung proses belajar mengajar

Kesimpulan definisi diatas ini yang sering saya gunakan untuk membuat bagan komponen e-Learning. Dengan kata lain, komponen yang membentuk e-Learning adalah:

  1. Infrastruktur e-Learning: Infrastruktur e-Learning dapat berupa personal computer (PC), jaringan komputer, internet dan perlengkapan multimedia. Termasuk didalamnya peralatan teleconference apabila kita memberikan layanan synchronous learning melalui teleconference.

  2. Sistem dan Aplikasi e-Learning: Sistem perangkat lunak yang mem-virtualisasi proses belajar mengajar konvensional. Bagaimana manajemen kelas, pembuatan materi atau konten, forum diskusi, sistem penilaian (rapor), sistem ujian online dan segala fitur yang berhubungan dengan manajemen proses belajar mengajar. Sistem perangkat lunak tersebut sering disebut dengan Learning Management System (LMS). LMS banyak yang opensource sehingga bisa kita manfaatkan dengan mudah dan murah untuk dibangun di sekolah dan universitas kita.

  3. Konten e-Learning: Konten dan bahan ajar yang ada pada e-Learning system (Learning Management System). Konten dan bahan ajar ini bisa dalam bentuk Multimedia-based Content (konten berbentuk multimedia interaktif) atau Text-based Content (konten berbentuk teks seperti pada buku pelajaran biasa). Biasa disimpan dalam Learning Management System (LMS) sehingga dapat dijalankan oleh siswa kapanpun dan dimanapun. Depdiknas cukup aktif bergerak dengan membuat banyak kompetisi pembuatan multimedia pembelajaran. Pustekkom juga mengembangkan e-dukasi.net yang mem-free-kan multimedia pembelajaran untuk SMP, SMA dan SMK. Juga mari kita beri applaus ke pak Gatot (Biro PKLN) yang mulai memberikan insentif dan beasiswa untuk mahasiswa yang mengambil konsentrasi ke Game Technology yang arahnya untuk pendidikan. Ini langkah menarik untuk mempersiapkan perkembangan e-Learning dari sisi konten.

Sedangkan Actor yang ada dalam pelaksanakan e-Learning boleh dikatakan sama dengan proses belajar mengajar konvensional, yaitu perlu adanya guru (instruktur) yang membimbing, siswa yang menerima bahan ajar dan administrator yang mengelola administrasi dan proses belajar mengajar.

komponen-elearning.gif

Oh ya terminologi yang berhubungan dengan e-Learning sebenarnya banyak. Ada online learning, software learning, multimedia learning, computer based learning. Boleh dikatakan semua bisa diwakili oleh e-Learning, baik dalam perspektif umum (online learning, computer based learning) maupun dalam perspektif komponen e-Learning (multimedia learning sebagai komponen e-Learning content dan software learning sebagai komponen e-learning system).

Sedikit perlu kita garis bawahi untuk terminologi distance learning. Terminologi distance learning ini sejak dulu sudah ada, hanya dulu distribusi bahan ajar dan proses pembelajaran tidak menggunakan media elektronik, misalnya universitas terbuka yang dulu mengirimkan module pembelajaran lewat pos. Hanya, saat ini universitas yang menerapkan distance learning kebanyakan sudah menggunakan media elektronik untuk mendistribusikan bahan ajar dan proses belajar mengajar, dengan kata lain bisa saja distance learning masuk ke definisi e-Learning untuk kondisi ini. Tapi tidak menjadi masalah kalau open university yang ada di dunia ini tetap menggunakan term distance learning, karena mungkin sudah lebih lama dan terbiasa digunakan. Yang pasti secara kohesi terminologi, distance learning akan dekat dengan terminologi open university dan synchronous learning.

METODE PENYAMPAIAN E-LEARNING

Seperti kita lihat di atas, peralatan teleconference yang mahal itu posisinya ada di infrastruktur e-Learning (komponen pertama). Meskipun kalaupun tidak ada juga tidak masalah. Lho kok bisa? Ya karena peralatan teleconference akan mendukung e-Learning yang Synchronous tapi tidak untuk yang Asynchronous. Waduh apalagi nih?

Jadi metode penyampaian bahan ajar di e-Learning ada dua:

  1. synchronous-elearning.gifSynchrounous e-Learning: Guru dan siswa dalam kelas dan waktu yang sama meskipun secara tempat berbeda. Nah peran teleconference ada di sini. Misalnya saya mahasiswa di Universitas Ujung Aspal mengikuti kuliah lewat teleconference dengan professor yang ada di Stanford University. Nah ini disebut dengan Synchronous e-Learning. Yang pasti perlu bandwidth besar dan biaya mahal. Jujur saja Indonesia belum siap di level ini, dalam sudut pandang kebutuhan maupun tingginya biaya. Tapi ada yang main hajar saja (tanpa study yang matang) mengimplementasikan synchronous e-Learning ini. Hasilnya peralatan teleconference yang sudah terlanjur dibeli mahal hanya digunakan untuk coffee morning, itupun 6 bulan sekali :)

  2. asynchronous-elearning.gifAsynchronous e-Learning: Guru dan siswa dalam kelas yang sama (kelas virtual), meskipun dalam waktu dan tempat yang berbeda. Nah disinilah diperlukan peranan sistem (aplikasi) e-Learning berupa Learning Management System dan content baik berbasis text atau multimedia. Sistem dan content tersedia dan online dalam 24 jam nonstop di Internet. Guru dan siswa bisa melakukan proses belajar mengajar dimanapun dan kapanpun. Tahapan implementasi e-Learning yang umum, Asynchronous e-Learning dimatangkan terlebih dahulu dan kemudian dikembangkan ke Synchronous e-Learning ketika kebutuhan itu datang.

STRATEGI IMPLEMENTASI DAN KEGAGALAN E-LEARNING

Kalau ditanya tentang strategi implementasi e-Learning, saya pikir ini parameternya terlalu banyak, tergantung kebutuhan, kultur institusi, ketersediaan dana dan berbagai faktor lain. IlmuKomputer.Com menerapkan strategi seperti apa yang saya tulis di artikel tentang model motivasi komunitas (Romi, 2007). Usulan saya sebagai konsultan e-Learning di beberapa perusahaan dan universitas tentang implementasi e-Learning biasanya berupa:

  • e-Learning harus didesain utk dapat memberikan nilai tambah secara formal (karier, insentif, dsb) dan nonformal (ilmu, skill teknis, dsb) untuk pengguna (pembelajar, instruktur, admin)
  • Pada masa sosialisasi terapkan blended eLearning untuk melatih behavior pengguna dalam e-life style (tidak langsung full e-Learning)
  • Project eLearning adalah institution initiative dan bukan hanya IT or HRD initiative
  • Jadikan pengguna sebagai peran utama (dukung aktualisasi diri pengguna), tidak hanya object semata

Perlu kita catat bersama bahwa kegagalan implementasi e-Learning kebanyakan bukan karena masalah tools, software atau infrastruktur. Tapi kebanyakan karena human factor, karena beratnya perubahan kultur kerja dan karena tidak adanya kemauan untuk knowledge sharing.

Dari sebuah studi tahun 2000 yang dilakukan oleh Forrester Group kepada 40 perusahaan besar menunjukkan bahwa sebagian besar pekerja (lebih dari 68%) menolak untuk mengikuti pelatihan yang menggunakan konsep e-Learning. Ketika e-Learning itu diwajibkan kepada mereka 30% menolak untuk mengikuti [Dublin, 2003]. Sedangkan studi lain mengindikasikan bahwa dari orang-orang yang mendaftar untuk mengikuti e-Learning, 50-80% tidak pernah menyelesaikannya sampai akhir [Delio, 2000].

Paling tidak itu dulu, kita akan lanjutkan pembahasan kita dengan membangun sistem e-Learning dan pemilihan Learning Management System (LMS). Ikuti terus seri artikel ini :)

REFERENSI:

  1. Glossary of e-Learning Terms, LearnFrame.Com, 2001
  2. Darin E. Hartley, Selling e-Learning, American Society for Training and Development, 2001
  3. Dublin, L. and Cross, J., Implementing eLearning: Getting the Most from Your Elearning Investment, the ASTD International Conference, May 2003.
  4. Michelle Delio, Report: Online Training ‘Boring’, Wired News, located at www.wired.com/news/business/0,1367,38504,00.html
  5. Romi Satria Wahono, Sistem eLearning Berbasis Model Motivasi Komunitas, Jurnal Teknodik No. 21/XI/TEKNODIK/AGUSTUS/2007, Agustus 2007